Ini Dia Unsur-Unsur Dalam Seni Rupa dan Desain

Seni merupakan bagian dari kehidupan kita yang memiliki peran sangat penting. Tanpa adanya seni, kita tidak bisa merasakan keindahan-keindahan hasil dari ide dan daya imajinasi yang mana tercipta secara alami mengikuti bagaimana Tuhan menciptakan alam semesta bersama isinya.

Seni begitu kompleks. Seperti yang diutarakan oleh Ahli Antropologi ternama Indonesia, Prof. Dr. Koentjaraningrat, seni Togel adalah hal kompleks, terdiri dari ide, gagasan, nilai, norma, dan aturan di mana aktivitas serta tindakan berpola dari manusia bermasyarakat, biasanya berwujud benda-benda hasil karya manusia.

Berbagai Unsur Dalam Seni Rupa dan Desain

Memang tidak semua unsur seni terdapat dalam setiap karya-karya seni, namun dalam sebuah karya seni pasti selalu ada unsur seni rupanya yang menjadi primer (dasar) sekaligus penyempurna. Ada delapan unsur dalam dunia seni rupa dan desain, berikut kedelapan unsur tersebut.

  1. Titik

Sebenarnya sebagian seniman tidak memasukan titik sebagai unsur seni, tetapi secara umum titik memang termasuk unsur dalam seni. Titik menjadi unsur terkecil. Titik tampak kecil karena berada di media atau bidang yang besar dan luas.

Menurut seorang ahli, Sadjiman Ebdi Sanyoto, mengungkapkan tentang relativitas ukuran berupa suatu bentuk disebut ‘titik’ karena memiliki ukuran yang kecil, bisa dikatakan kecil sebab dari segi objek tersebut berada di dalam area yang luas dan begitu pun dengan objek yang sama (titik) bisa dikatakan besar bila letaknya di dalam area yang sempit.

Oleh karena itu pendapat tentang bagaimana titik bisa menjadi sebuah lingkaran bila diletakan pada ruang sempit bisa diterima dalam logika umum. Termasuk ketika titik dikumpulkan atau diletakan dalam jumlah banyak berdekatan, maka akan terbentuk tekstur khusus dan bisa pula memenuhi area yang kosong.

  • Garis

Unsur seni rupa dan desain kedua ialah garis. Sadjiman Ebdi Sanyoto juga mengungpkan pendapatnya tentang garis sebagai unsur seni rupa. Menurutnya, garis adalah bentuk berukuran kecil yang memanjang.

Bisa diartikan  bahwa garis merupakan hubungan dua titik atau lebih yang saling berhubungan dan berderet. Garis dalam dunia seni rupa bisa digunakan untuk beragam hal dan menjadi salah satu fundamental penting dalam berkarya bagi seniman, desainer, dan para pelaku seni.

Pada unsur garis, terdapat dua ragam garis yang meliputi garis nyata dan garis semu. Garis dalam karya seni bisa berupa semu atau imajinier, ataupun maya. Garis semu ini contohnya garis-garis yang digambar dalam bentuk ruangan yang sebenarnya tidak ada garis dalam bentuk nyata. Hal ini termasuk juga dalam fenomena visual.

  • Bidang

Bidang adalah unsur ketiga dari seni rupa. Bidang adalah sebuah bentuk hasil dari pertemuan garis-garis yang ujungnya saling bertemu sehingga membuat area tertutup. Bidang sendiri menempati dwimatra atau ruang dua dimensi.

Bidang memiliki dua bagian yaitu bidang geometri dan non-geometri. Bidang geometri ialah bidang terbentuk tertatur yang mana dibuat secara matematis. Contoh bidang geometri di antaranya segi tiga, segi empat, segi lima, lingkaran, dan banyak lagi,

Sedangkan bidang non-geometri ialah bidang yang dibuat secara lebih bebas. Contohnya, bidang yang memiliki sudut bebas, bidang yang berbentuk organik, bidang gabungan, serta bidang maya. Selain bidang bentuk rata sejajar dan nyata, ada bidang bersifat maya.

  • Volume

Unsur keempat ialah volume atau gempal, atau bentuk. Volume merupakan rupa, wujud, bangun, atau sebuah gambaran tentang apa pun yang ada di alam berupa karya seni dan desain yang bisa dibuat lebih sederhana menjadi titik, garis, serta bidang.

Bentuk dari volume menyerupai objek trimatra atau tiga dimensi. Dalam menggambarkan volume biasanya melibatkan pemilihan pencahayaan dan warna seperti warna lebih terang dan warna lebih gelap yang mana menghasilkan gradasi sehingga membuat manipulasi.

Sama seperti ragam dari bidang, volume juga memiliki keragaman yang dibagi menjadi tiga ragam yaitu volume geometri, volume non-geometri, dan volume campuran. Contoh bentuk volume ialah kubus dan tabung.

  • Ruang

Berikutnya ada unsur ruang. Ruang dalam seni rupa dan desain merupakan area yang berada di sekitar objek, baik letaknya di atas, di belakang, di belakang, atau juga di dalam. Ruang memang lebih sering dihubungkan dengan bentuk volume atau tiga dimensi, tetapi dalam dunia seni rupa ruang memiliki peran dalam memberi kesan luas, menyatu, kedalaman, jauh dan dekatnya objek dengan sifat ilusi.

Ada dua macam unsur ruang yaitu ruang dua dimensi dan ruang tiga dimensi. Ruang dua dimensi adalah ruang papar datar. Sementara ruang tiga dimensi adalah ruang sempurna dan nyata yang mana memiliki dimensi penuh, panjang, lebar, tinggi, dan kedalaman.

  • Pencahayaan (Gelap dan Terang)

Segala macam benda yang ada di alam semesta pasti memiliki intensitas cahaya yang berbeda pada setiap bagiannya. Begitu pun dalam dunia seni rupa. Pencahayaan jadi unsur penting untuk membuat karya berbentuk volume agar sisi tiga dimensinya bisa terlihat meski digambar dalam media dua dimensi.

Caranya berupa mengatur tingkat gelap dan terang yang meliputi highlight dan shading. Tingkat gelap dan terang ini juga berlaku dalam mengaplikasikan warna tint seperti biru muda dan biru tua.

  • Tekstur

Masih berhubungan dengan pencahayaan, unsur seni rupa dan desain yang ketujuh adalah tekstur. Tekstur bisa diartikan sebagai rasa yang dirasakan ketika kita meraba permukaan. Tekstur bisa terasa nyata ketika diraba, tetapi juga hanya berupa simulasi saja (semu) yang mana menggunakan pencahayaan untuk menggarkannya.

Menurut I Made Suparta, tekstur berupa penggambaran sifat permukaan yang terdiri dari halus, kasar, licin, dan berkerut. Sehingga tekstur bisa juga diartikan menjadi tekstur merupakan kualitas sifat permukaan yang memiliki nilai raba.

  • Warna

Unsur seni rupa dan desain terakhir ialah warna. Warna adalah hasil pantulan cahaya terhadap benda dengan pigmen tertentu dan mampu menyerap gelombang pantulan cahaya lainnya. Namun berbeda dengan warna hitam, warna ini tidak bisa memantulkan warna karena memiliki tugas berupa menyerap semua panjang gelombang.

Warna dalam dunia seni rupa terdiri dari tiga bagian, warna primer, warna sekunder, dan warna tersier. Dalam pengaplikasian warna, terdapat pengaturan proporsi agar menghasilkan warna yang diinginkan.